Profil Larry Ellison: Kisah Sukses, Kekayaan, dan Rahasia Oracle

pendiri oracle


Di panggung megah industri teknologi global, jika Elon Musk adalah seorang penjelajah luar angkasa dan Mark Zuckerberg adalah arsitek sosial, maka Larry Ellison adalah seorang pejuang sejati. Pendiri Oracle ini bukan hanya salah satu orang terkaya di dunia; ia adalah personifikasi dari ketangguhan, ambisi tanpa batas, dan kemampuan untuk bangkit dari nol.

Hingga akhir tahun 2025, kekayaan Larry Ellison terus meroket, menempatkannya di posisi tiga besar orang terkaya sejagat. Namun, di balik deretan angka miliaran dolar tersebut, ada kisah tentang seorang anak angkat dari Chicago yang berhasil membangun kerajaan data dunia hanya dengan modal keberanian dan visi yang tajam.


1. Awal yang Pahit: Bukan Lahir dengan Sendok Perak

Larry Ellison tidak lahir di lingkungan yang serba ada. Lahir di New York pada tahun 1944 dari seorang ibu tunggal, ia kemudian diberikan kepada paman dan bibinya untuk dibesarkan di Chicago. Masa kecilnya tidaklah mudah; hubungannya dengan ayah angkatnya sering kali diwarnai ketegangan. Ayah angkatnya sering meremehkan Larry, mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menjadi orang sukses.

Kritik pedas itu bukannya mematahkan semangat Larry, justru menjadi "bahan bakar" yang membakar ambisinya selama puluhan tahun ke depan. Larry muda adalah bukti nyata bahwa asal-usul seseorang tidak menentukan garis finis mereka. Sisi humanis dari Larry adalah ia memahami rasa lapar akan pengakuan, yang kemudian ia ubah menjadi energi untuk menaklukkan Silicon Valley.

2. Kelahiran Oracle: Mengubah Cara Dunia Mengelola Data

Perjalanan besar Larry dimulai pada tahun 1977. Bersama dua rekannya, ia mendirikan sebuah perusahaan kecil bernama Software Development Laboratories. Mereka mengerjakan sebuah proyek untuk CIA yang diberi nama kode "Oracle".

Larry melihat potensi besar pada teknologi basis data (database) yang saat itu masih dianggap remeh oleh raksasa seperti IBM. Ia mengambil risiko besar dengan memfokuskan seluruh sumber dayanya ke sana. Hasilnya? Oracle menjadi tulang punggung bagi hampir semua perusahaan besar, bank, hingga pemerintah di seluruh dunia. Jika Anda pernah melakukan transaksi perbankan atau memesan tiket pesawat, kemungkinan besar data Anda dikelola oleh sistem yang dibangun Larry Ellison.

3. Gaya Hidup Samurai: Antara Kemewahan dan Disiplin

Larry Ellison dikenal karena gaya hidupnya yang sangat mewah, namun ia juga sangat disiplin—mirip dengan filosofi samurai yang sangat ia kagumi. Ia memiliki koleksi jet tempur, kapal pesiar raksasa, hingga pulau pribadi di Hawaii (Pulau Lanai).

Namun, jangan salah sangka. Bagi Larry, semua itu bukan sekadar pamer kekayaan. Ia adalah seorang kompetitor yang haus akan tantangan. Ia memenangkan America’s Cup, kompetisi berlayar paling bergengsi di dunia, bukan karena uangnya, tapi karena ia terjun langsung dan berlatih keras. Di sinilah letak sisi kemanusiaannya: Larry adalah pria yang tidak pernah puas hanya dengan menjadi penonton. Ia ingin menjadi pemain utama di setiap bidang yang ia geluti.

4. Persahabatan dengan Steve Jobs dan Keberanian Berpihak

Satu hal yang jarang diketahui secara mendalam adalah persahabatan eratnya dengan mendiang Steve Jobs. Larry adalah salah satu orang terdekat Jobs saat ia dipecat dari Apple dan juga saat ia kembali memimpin perusahaan tersebut.

Persahabatan ini menunjukkan sisi setia kawan dari seorang Larry Ellison yang terkenal "galak" di dunia bisnis. Ia adalah tipe orang yang akan membela temannya habis-habisan. Pelajaran moralnya? Di puncak dunia yang dingin, hubungan kemanusiaan yang tulus tetap menjadi hal yang paling berharga bagi Larry.

5. Mengapa Kekayaannya Melonjak di Tahun 2025?

Per Desember 2025, kekayaan Larry Ellison diperkirakan menembus $258 Miliar. Apa rahasianya?

  • Revolusi AI dan Cloud: Larry berhasil mengubah Oracle dari perusahaan database tradisional menjadi raksasa Cloud Computing yang mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

  • Kemitraan Strategis: Langkah beraninya bekerja sama dengan pesaing (seperti Microsoft) demi mendukung infrastruktur data AI global terbukti menjadi langkah jenius.

  • Investasi di Tesla: Sebagai salah satu pemegang saham individu terbesar di Tesla dan sahabat dekat Elon Musk, nilai kekayaannya ikut terkerek naik seiring kesuksesan perusahaan mobil listrik tersebut.

6. Filantropi dan Masa Depan Bumi

Meski sering dijuluki "anak nakal dari Silicon Valley", Larry memiliki kepedulian besar pada masa depan. Melalui yayasannya, ia mendonasikan ratusan juta dolar untuk penelitian medis, terutama terkait penuaan dan penyakit menular. Di Pulau Lanai, ia mencoba membangun model komunitas yang berkelanjutan dengan teknologi pertanian modern dan energi terbarukan. Ia ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa hidup berdampingan dengan alam.


Pelajaran dari Hidup Larry Ellison

  1. Gunakan Kritik Sebagai Energi: Kata-kata yang meremehkan bisa menjadi motivasi terkuat jika Anda tahu cara mengolahnya.

  2. Jangan Takut Menjadi Berbeda: Larry melawan arus dengan fokus pada database saat orang lain fokus pada perangkat keras.

  3. Terus Beradaptasi: Di usia yang tidak lagi muda, Larry membuktikan bahwa ia bisa lebih cepat beradaptasi dengan tren AI dibandingkan pemimpin teknologi yang lebih muda.


Larry Ellison adalah pengingat bahwa hidup ini adalah sebuah kompetisi panjang dengan diri sendiri. Dari seorang anak angkat yang diremehkan, ia menjelma menjadi penguasa data dunia. Ia adalah kombinasi antara kecerdasan bisnis yang dingin dan semangat pejuang yang tak kunjung padam. Bagi Larry, masa depan bukan untuk ditunggu, tapi untuk dibangun dengan tangan sendiri.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Profil Larry Ellison: Kisah Sukses, Kekayaan, dan Rahasia Oracle"